Sepanjang bulan Januari 2026, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dilanda serangkaian kebakaran lahan yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, tercatat sedikitnya 11 titik api muncul di berbagai wilayah kota pulau tersebut. Akibat peristiwa ini, sekitar 6 hektare lahan—termasuk area semak belukar, lahan kosong, hingga sebagian kecil permukiman—dilaporkan hangus terbakar.
Kebakaran lahan di Tarakan diduga dipicu oleh kombinasi faktor cuaca ekstrem dan aktivitas manusia. Musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya menyebabkan vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar. Di sisi lain, praktik pembukaan lahan secara tradisional dengan cara membakar masih ditemukan di beberapa lokasi pinggiran kota, meski telah dilarang oleh pemerintah daerah.
Tim gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, dan relawan langsung dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah penyebaran lebih luas. Upaya pemadaman sempat terkendala karena akses ke beberapa lokasi terpencil serta angin kencang yang mempercepat jalaran api. Namun, berkat respons cepat, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meski sejumlah warga sempat mengalami gangguan pernapasan akibat asap tebal.
Pemerintah Kota Tarakan kini gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran lahan serta meningkatkan patroli rutin, terutama di musim kemarau. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar sampah atau lahan secara sembarangan demi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan bersama.
Bagi Anda yang ingin tetap mendapatkan informasi terkini seputar bencana dan isu publik lainnya, kunjungi Joker11 untuk update harian yang akurat dan terpercaya.